LOS ANGELES – Sejarah baru kembali tercipta di panggung olahraga paling prestisius di dunia. FIFA secara resmi mengonfirmasi bahwa megabintang K-pop asal Thailand, Lalisa Manobal atau yang lebih dikenal sebagai Lisa BLACKPINK, akan menjadi salah satu penampil utama (headliner) dalam upacara pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 bagian Amerika Serikat.
Langkah ini menandai kali kedua secara berturut-turut artis K-pop dipercaya mengisi panggung pembuka ajang empat tahunan tersebut, menyusul kesuksesan Jungkook BTS di Qatar pada 2022. Namun, kali ini skala perayaannya jauh lebih masif karena melibatkan tiga negara tuan rumah sekaligus.
Kolaborasi Lintas Genre di SoFi Stadium
Upacara pembukaan untuk wilayah Amerika Serikat dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026 di SoFi Stadium, Los Angeles—kota yang dijuluki sebagai ibu kota hiburan dunia. Lisa tidak akan tampil sendirian; ia akan berbagi panggung dengan deretan artis papan atas global lainnya dalam sebuah pertunjukan yang diprediksi akan menjadi salah satu opening ceremony termegah dalam sejarah FIFA.
Nama-nama besar yang dipastikan bergabung bersama Lisa antara lain:
- Katy Perry: Ikon pop Amerika yang dikenal dengan aksi panggung teatrikal.
- Future: Rapper berpengaruh yang akan membawa energi hip-hop ke tengah stadion.
- Anitta, Rema, dan Tyla: Mewakili keberagaman musik global dari Amerika Latin hingga Afrika.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan bahwa pemilihan Los Angeles dan deretan artis ini adalah cerminan dari skala luar biasa Piala Dunia 2026. “Kami membawa dunia ke Los Angeles, dan Los Angeles akan menunjukkan kepada dunia bagaimana sebuah perayaan besar seharusnya dilakukan,” ujarnya.

Ambisi Solo Lisa dan Soundtrack Resmi
Penunjukan Lisa sebagai headliner bukan tanpa alasan. Sejak mendirikan agensinya sendiri, LLOUD, Lisa terus memperkuat posisinya sebagai ikon pop global. Selain tampil di Coachella 2026 dan Met Gala baru-baru ini, Lisa dikabarkan tengah mempersiapkan soundtrack resmi untuk Piala Dunia 2026.
Laporan dari industri musik menyebutkan bahwa Lisa sedang menggarap lagu kolaborasi bersama Anitta dan Rema, dengan sentuhan produksi dari grup musik Brasil, Tropkillaz. Lagu ini diharapkan menjadi “lagu kebangsaan” baru yang akan diputar di seluruh stadion selama turnamen berlangsung.
Tiga Negara, Tiga Upacara Pembukaan
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Piala Dunia 2026 yang diikuti oleh 48 tim ini akan memiliki tiga upacara pembukaan yang berbeda di masing-masing negara tuan rumah:
- Meksiko (11 Juni): Bertempat di Estadio Azteca, menampilkan grup rock Maná dan Alejandro Fernández.
- Kanada (12 Juni): Berlokasi di Toronto, menampilkan legenda musik Kanada seperti Michael Bublé dan Alanis Morissette.
- Amerika Serikat (12 Juni): Di SoFi Stadium, Los Angeles, yang dipimpin oleh Lisa dan Katy Perry tepat sebelum laga pembuka antara Amerika Serikat melawan Paraguay.
Reaksi Penggemar: “Lalisa Adalah Standar Baru”
Pengumuman ini memicu gelombang euforia di media sosial. Tagar #LISAxFIFAWorldCup langsung memuncaki tangga trending global. Penggemar memuji kerja keras Lisa yang mampu menembus batas-batas industri hiburan Barat.
“Dari panggung lokal di Thailand hingga panggung utama Piala Dunia di Los Angeles. Lisa bukan hanya idola, dia adalah bukti nyata bahwa mimpi tidak mengenal batas negara,” tulis salah satu penggemar berat di platform X (dahulu Twitter).
Dengan durasi pertunjukan yang dirancang selama 13 menit, Lisa diharapkan membawakan medley lagu-lagu hits solonya serta debut lagu tema Piala Dunia. FIFA menyarankan para penonton untuk tiba di stadion 90 menit sebelum kick-off agar tidak melewatkan momen bersejarah yang memadukan budaya sepak bola dengan kemegahan Hollywood ini.
Piala Dunia 2026 bukan lagi sekadar turnamen sepak bola; dengan kehadiran bintang-bintang seperti Lisa, ajang ini telah bertransformasi menjadi festival budaya global yang akan mempersatukan miliaran pasang mata di seluruh dunia.