
JAKARTA – Panggung hiburan tanah air kembali diguncang oleh kabar miring yang menerpa salah satu talenta mudanya. Aktor sekaligus presenter populer, Anrez Adelio, kini tengah berada di bawah sorotan tajam publik setelah muncul tudingan serius dari seorang perempuan bernama Friceilda Prillea, atau yang akrab disapa Icel. Kabar mengenai kehamilan Icel yang menyeret nama Anrez ini telah bergeser dari sekadar gosip media sosial menjadi ranah hukum yang serius.
Setelah sempat bungkam, pihak Anrez Adelio akhirnya muncul ke permukaan untuk memberikan klarifikasi sekaligus meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang liar. Melalui kuasa hukumnya, Ramzy Brata Sungkar, pihak Anrez menegaskan posisi mereka dalam menghadapi kemelut yang menyita perhatian masyarakat di awal Januari 2026 ini.
Itikad Baik dan Tawaran Tanggung Jawab
Dalam keterangannya pada Senin (5/1/2026), Ramzy Brata Sungkar menekankan bahwa kliennya sama sekali tidak memiliki niat untuk melarikan diri dari situasi ini. Sejak awal kabar ini mencuat ke internal mereka, Anrez diklaim telah menunjukkan itikad baik untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan.
“Semua sudah terjadi. Pihak Anrez dari awal menunjuk saya sebagai kuasa hukumnya dengan satu kesepakatan: siap bertanggung jawab atas bayi yang sedang dikandung,” ujar Ramzy. Ia merinci bahwa tanggung jawab yang ditawarkan mencakup seluruh proses, mulai dari pemeriksaan rutin kehamilan, biaya persalinan, hingga pemberian nafkah bagi anak tersebut setelah lahir nantinya.
Langkah ini diambil Anrez sebagai bentuk konsekuensi moral atas hubungan yang pernah terjalin di antara keduanya. Ramzy menegaskan bahwa fokus utama kliennya adalah memastikan kesejahteraan calon bayi yang sedang dikandung oleh Icel.
Baca Juga:
Pelajaran Berharga dari Tragedi dan Empati di Balik Kecelakaan Istri Fiersa Besari
Diplomasi di Balik Layar: Mencari Win-Win Solution
Upaya perdamaian sebenarnya telah diinisiasi oleh pihak Anrez jauh sebelum kasus ini meledak di media. Ramzy mengungkapkan bahwa dirinya telah memfasilitasi pertemuan langsung dengan keluarga besar Icel, termasuk orang tua dan saudara-saudaranya. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendengarkan aspirasi keluarga Icel mengenai bentuk pertanggungjawaban yang mereka harapkan.
Namun, Ramzy memberikan catatan penting bahwa pertanggungjawaban tersebut harus tetap berada dalam koridor hukum dan nilai-nilai agama. “Kami mencari win-win solution. Kami terbuka selama permintaan itu tidak menyalahi aturan pemerintah dan tidak berlebihan. Kita harus ingat, ini adalah sebuah musibah yang harus dihadapi dengan bijak, bukan ajang untuk mencari keuntungan sepihak,” tegasnya.
Suka Sama Suka atau Paksaan? Perang Narasi di Ranah Hukum
Salah satu poin paling krusial dalam kasus ini adalah adanya dugaan ancaman atau pemaksaan yang sempat diembuskan ke publik. Menanggapi hal tersebut, pihak Anrez Adelio memilih untuk bersikap tenang dan menyerahkan sepenuhnya pada proses pembuktian di kepolisian.
Ramzy memberikan pandangan berbeda mengenai dinamika hubungan Anrez dan Icel. Berdasarkan keterangan kliennya, hubungan intim yang dilakukan terjadi atas dasar suka sama suka (konsensual). “Intinya, publik bisa menilai sendiri. Hubungan tersebut terjadi beberapa kali, bukan hanya sekali. Bahkan seringkali dilakukan di kediaman Anrez, di mana Icel datang atas inisiatif sendiri menggunakan layanan transportasi online tanpa dijemput atau dipaksa,” ungkap Ramzy.
Ia juga menambahkan bahwa Icel kerap kali menghabiskan waktu bersama Anrez dan memilih untuk pulang ke tempat sang aktor secara sukarela. Dengan fakta-fakta ini, pihak Anrez merasa keberatan jika tindakan kliennya dikategorikan sebagai bentuk paksaan atau ancaman.
Kini, bola panas berada di tangan pihak kepolisian setelah Icel resmi melayangkan laporan. Laporan ini menandakan bahwa jalur mediasi yang diupayakan sebelumnya belum menemui titik temu yang memuaskan kedua belah pihak.
Kasus Anrez Adelio ini menambah panjang daftar selebriti muda yang terjerat masalah personal yang berakhir di meja hijau. Publik kini terbelah; sebagian memberikan dukungan moral kepada Icel sebagai pihak yang dianggap dirugikan, sementara sebagian lainnya menunggu pembuktian fakta yang lebih konkret dari pihak Anrez.
Bagi Anrez, kasus ini tentu menjadi batu sandungan besar dalam kariernya yang sedang menanjak. Namun, kesiapannya untuk “buka-bukaan” di hadapan penyidik menunjukkan bahwa ia siap menghadapi konsekuensi hukum apa pun yang muncul di masa depan. Persidangan atau proses penyidikan mendatang diprediksi akan mengungkap fakta-fakta baru yang selama ini tertutup dari jangkauan kamera wartawan.