:strip_icc()/kly-media-production/medias/4822527/original/087087700_1714919350-Cover_LUCKY_WIDJA_Mencintaimu_Merelakanmu__1_.jpg)
Selamat Jalan Lucky Widja: Kisah Perjuangan Sang Vokalis Element Melawan Penyakit Langka hingga Embusan Napas Terakhir
Industri musik Indonesia kembali diselimuti awan mendung. Salah satu putra terbaiknya, Lucky Widja, yang dikenal sebagai vokalis grup band legendaris Element, telah berpulang ke Rahmatullah. Lucky mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu, 25 Januari 2026, dalam usia 49 tahun. Kepergiannya tidak hanya meninggalkan duka bagi keluarga, tetapi juga menyisakan kesedihan mendalam bagi para penggemar dan rekan-rekan musisi yang selama ini menjadi saksi perjalanan kariernya.
Lucky meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit komplikasi yang cukup langka, yakni Tuberkulosis (TB) Ginjal. Kondisi kesehatan yang terus menurun selama beberapa tahun terakhir mencapai puncaknya pada akhir pekan lalu, hingga akhirnya sang musisi harus menyerah pada takdir yang telah digariskan.
Kronologi Detik-Detik Terakhir
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4822526/original/014541100_1714919349-IMG_20240227_125754__1_.jpg)
Istri mendiang Lucky, Aleima Sharuna, atau yang akrab disapa Una, menceritakan bagaimana kondisi sang suami sebelum berpulang. Menurut Una, kondisi Lucky sebenarnya sudah mulai menurun beberapa hari sebelum hari kejadian. Namun, Lucky yang dikenal sebagai sosok yang tegar sempat enggan untuk segera dibawa ke rumah sakit.
“Kondisinya sudah sangat lemas. Sebenarnya sudah tidak enak badan selama beberapa hari terakhir, tapi beliau belum mau dibawa ke rumah sakit. Akhirnya baru pada hari Minggu kemarin kami bawa, dan langsung masuk ICU,” ungkap Una dengan nada tegar saat ditemui di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Senin (26/1/2026).
Sayangnya, takdir berkata lain. Setelah mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU, nyawa Lucky tidak tertolong. Ia meninggalkan seorang istri dan seorang putra yang kini menjadi penguat bagi Una dalam menghadapi masa-masa sulit ini.
Mengenal TB Ginjal: Perjuangan Panjang yang Melelahkan
Penyebab meninggalnya Lucky Widja memicu perhatian publik terhadap penyakit TB Ginjal. Berbeda dengan TBC pada umumnya yang menyerang paru-paru, penyakit yang diderita Lucky ini menyerang sistem perkemihan. Una menjelaskan bahwa bakteri TBC tersebut telah merusak fungsi ginjal suaminya secara signifikan, sehingga Lucky harus menjalani prosedur cuci darah secara rutin.
“TBC-nya bukan di paru-paru, tapi merusak ginjal. Karena ginjalnya sudah rusak parah, dia harus menjalani cuci darah seminggu dua kali selama sekitar satu hingga dua tahun terakhir ini,” tambah Una.
Perjuangan Lucky melawan penyakit ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2022. Dalam sebuah bincang-bincang di kanal YouTube milik rekannya, Ferdy Tahier, pada awal 2023, Lucky sempat membagikan betapa beratnya gejala yang ia rasakan. Ia mengaku sering mengalami pingsan atau blackout secara mendadak, terutama saat momen berbuka puasa di bulan Ramadan.
Pemeriksaan medis menunjukkan fakta yang mengejutkan: ginjal Lucky sudah berada pada Stadium 5 dengan fungsi yang hanya tersisa sekitar 18 persen. Salah satu ginjalnya mengecil, sementara yang lainnya membengkak akibat penyumbatan aliran urine. Kondisi inilah yang membuatnya harus bergantung pada berbagai alat medis, termasuk pemasangan selang dan bantuan oksigen dalam aktivitas sehari-harinya.
Duka Rekan Seperjuangan: Kehilangan Sosok Sahabat
Kepergian Lucky menjadi pukulan berat bagi personel band Element lainnya, terutama Ferdy Tahier. Melalui unggahan di media sosial, Ferdy mengungkapkan rasa kehilangan yang luar biasa atas kepergian sahabat sekaligus partner panggungnya tersebut.
“Selamat jalan sahabat gue, adik gue, partner gue di panggung. Lo sudah tenang sekarang, enggak sakit lagi. Enggak butuh cuci darah lagi, enggak perlu oksigen lagi. Lo bahagia sekarang,” tulis Ferdy dalam pesan perpisahan yang menyentuh hati.
Bagi Ferdy dan anggota Element lainnya, Lucky bukan sekadar rekan kerja, melainkan bagian dari keluarga besar yang telah bersama-sama membangun kejayaan band tersebut sejak era 90-an. Dedikasi Lucky terhadap musik tetap terlihat hingga akhir hayatnya, meski kondisi fisiknya tidak lagi bugar seperti dulu.
Rencana Liburan yang Tak Pernah Terwujud
Di balik sosoknya sebagai musisi, Lucky adalah seorang suami dan ayah yang penyayang. Una mengungkapkan sebuah cerita memilukan tentang rencana keluarga yang kini tinggal kenangan. Ternyata, Lucky sudah merencanakan sebuah perjalanan liburan bersama anak dan istrinya pada bulan Juli mendatang.
“Sebenarnya kami sudah punya rencana bulan Juli mau pergi bareng untuk merayakan ulang tahun saya. Kami mau liburan,” ucap Una sambil menahan tangis. Namun, Tuhan memiliki rencana lain. Harapan untuk menghabiskan waktu bersama di hari ulang tahun sang istri kini harus terkubur bersama kepergian Lucky.
Prosesi Pemakaman dan Warisan Karya
Jenazah Lucky Widja dimakamkan di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, pada Senin siang setelah disalatkan di masjid terdekat. Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman, di mana keluarga, kerabat, hingga rekan-rekan sesama artis turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Lucky Widja mungkin telah tiada, namun karya-karyanya bersama Element akan tetap abadi di telinga para pecinta musik tanah air. Lagu-lagu seperti “Rahasia Hati” dan “Cinta Tak Bersyarat” akan selalu menjadi pengingat akan suara emas dan kontribusinya bagi industri musik Indonesia.
Selamat jalan, Lucky Widja. Perjuanganmu melawan sakit telah usai, dan kini saatnya beristirahat dengan tenang di sisi-Nya. Indonesia akan selalu mengenangmu sebagai pejuang hidup dan musisi yang rendah hati.