
NUSA DUA, BALI – Langit Nusa Dua menjadi saksi bisu bersatunya dua hati yang telah lama dinanti. Pada Senin, 26 Januari 2026, pasangan selebritas papan atas, Ranty Maria dan Rayn Wijaya, secara resmi mengikat janji suci dalam sebuah upacara pernikahan yang tidak hanya megah, tetapi juga sarat akan makna filosofis.
Digelar di sebuah resort eksklusif dengan pemandangan Samudra Hindia yang membentang luas, pernikahan ini menjadi puncak dari perjalanan cinta yang telah mereka bina selama hampir enam tahun.
Filosofi Angka 26: Sebuah Takdir yang Terencana
Bagi banyak orang, tanggal pernikahan hanyalah sebuah angka. Namun bagi Ranty dan Rayn, angka 26 adalah poros kehidupan mereka. Pemilihan tanggal 26 Januari 2026 bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil penantian panjang yang penuh kesabaran.
Sahabat dekat Ranty, Laura Theux, mengungkapkan sebuah fakta mengejutkan di balik pemilihan tanggal tersebut. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube TS Media, Laura membeberkan bahwa pasangan ini rela menunda keinginan untuk menikah selama dua tahun hanya demi mendapatkan momen yang sempurna di tanggal 26.
“Angka 26 itu sangat spesial buat mereka. Ranty lahir tanggal 26 April, Rayn juga lahir tanggal 26 Oktober. Bahkan, hari di mana mereka pertama kali resmi berpacaran pun jatuh pada tanggal 26. Jadi, mereka merasa tidak ada tanggal lain yang lebih pantas untuk memulai babak baru selain tanggal 26 ini,” ujar Laura.
Suasana Pemberkatan: Keajaiban Setelah Hujan
Prosesi pemberkatan yang dimulai tepat pukul 16.00 WITA itu sempat diwarnai ketegangan kecil. Awan mendung sempat menggelayut rendah di atas kawasan Nusa Dua, bahkan rintik hujan sempat turun membasahi lokasi acara yang berkonsep outdoor tersebut.
Namun, seolah semesta merestui, cuaca tiba-tiba berubah menjadi cerah sesaat sebelum Ranty melangkah menuju altar. Sinar matahari sore yang hangat menembus celah awan, menciptakan suasana sakral yang kental. Dengan latar suara deburan ombak Samudra Hindia, suasana pernikahan yang digelar secara intim dan tertutup itu terasa begitu emosional. Hanya keluarga inti dan sahabat terdekat yang hadir, menciptakan ruang yang sangat personal bagi kedua mempelai.
Baca Juga
7 Fakta Pilu di Balik Kepergian Lula Lahfah di Kamar Apartemen
Keanggunan Klasik dalam Balutan Gaun Hian Tjen
Penampilan Ranty Maria sore itu sukses mencuri perhatian. Ia tampil bak putri dari negeri dongeng dengan gaun putih mahakarya desainer kenamaan, Hian Tjen. Gaun tersebut dirancang khusus dengan detail lace bermotif bunga yang rumit, dipadukan dengan potongan rok mengembang (ball gown) yang dramatis.
Sentuhan kerah tinggi dan ekor panjang memberikan kesan klasik yang sangat kuat, namun tetap terlihat modern dan timeless. Hian Tjen menjelaskan bahwa gaun ini adalah representasi dari kepribadian Ranty.
“Desain ini tidak dibuat untuk mengejar tren sesaat. Ini adalah tentang keanggunan yang tenang, kepercayaan diri, dan keindahan yang abadi—persis seperti perjalanan cinta mereka yang tulus,” ungkap sang desainer melalui keterangan tertulisnya.
Janji Suci yang Menguras Air Mata
Momen paling mengharukan terjadi saat prosesi pengucapan janji pernikahan. Rayn Wijaya, yang biasanya tampil tenang, tampak emosional saat menyampaikan ungkapan hatinya di hadapan Ranty. Ia mengenang masa-masa sulit dalam hidupnya dan bagaimana kehadiran Ranty menjadi titik balik kebangkitannya.
“Ketika aku kehilangan semangat, kamu datang membawa api. Aku pernah berada di tempat yang gelap dan kamu membawaku ke tempat yang lebih terang,” ucap Rayn dengan suara bergetar. Kalimat tersebut sontak membuat para tamu undangan yang hadir tak kuasa menahan air mata.
Ranty pun membalas janji tersebut dengan ketulusan yang sama, menegaskan bahwa penantian enam tahun dan penundaan dua tahun demi angka 26 adalah pengorbanan yang sangat layak dilakukan.
Pernikahan ini tidak hanya menjadi kabar bahagia bagi dunia hiburan tanah air, tetapi juga menjadi bukti bahwa kesabaran dan keyakinan pada sebuah nilai (dalam hal ini angka 26) dapat membuahkan hasil yang indah. Setelah prosesi pemberkatan, acara dilanjutkan dengan resepsi makan malam mewah di bawah naungan bintang-bintang Bali.
Dengan status baru sebagai suami-istri, Ranty dan Rayn berencana untuk tetap aktif di dunia seni peran, namun dengan prioritas utama membangun rumah tangga yang telah mereka mimpikan sejak lama.