
Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan momen kehangatan keluarga, santap sahur bersama, dan ibadah tarawih berjamaah. Namun, suasana berbeda justru menyelimuti kehidupan aktor Ammar Zoni pada tahun 2026 ini.
Bagi mantan suami Irish Bella tersebut, Ramadhan kali ini menjadi fase paling menantang dalam perjalanan hidupnya.
Ammar harus menjalani hari-hari penuh perenungan di tengah konsekuensi hukum yang masih berjalan. Jauh dari hiruk-pikuk dunia hiburan dan tawa anak-anaknya, ia mencoba menemukan kembali makna spiritual di balik jeruji besi.
Tahun 2026 menjadi titik balik yang emosional bagi Ammar Zoni
- Menjalankan Ibadah Tanpa Kehadiran Keluarga
Kehilangan momen kebersamaan dengan keluarga adalah beban terberat bagi setiap narapidana, tak terkecuali Ammar Zoni.
Jika tahun-tahun sebelumnya ia menikmati masakan khas Lebaran dan sahur bersama istri, kini ia harus puas dengan menu sederhana di lembaga pemasyarakatan.
Ketidakhadiran anak-anak di sisinya menambah rasa sesal yang mendalam dalam benak Ammar. Ia melewatkan tumbuh kembang buah hatinya yang kini semakin besar dan mulai memahami situasi sang ayah.
Rasa rindu ini seringkali menjadi pemicu kesedihan utama bagi Ammar selama menjalankan puasa tahun ini.
- Proses Pendewasaan di Balik Jeruji Besi
Meskipun berada dalam keterbatasan, Ammar Zoni tidak membiarkan waktunya terbuang sia-sia. Laporan dari orang-orang terdekat menyebutkan bahwa Ammar kini jauh lebih religius dan fokus memperdalam ilmu agama.
Ia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tadarus Al-Qur’an dan mengikuti kajian rutin di masjid lapas.
Langkah ini ia ambil sebagai bentuk pertobatan nasuha atas kesalahan masa lalu yang telah menghancurkan karier dan rumah tangganya.
Ammar menyadari bahwa hanya kekuatan spiritual yang mampu menopang mentalnya di tengah masa sulit ini. Ramadhan 2026 pun bertransformasi menjadi madrasah kehidupan bagi pria berdarah Minang tersebut.
- Dampak Psikologis dan Tekanan Publik
Bukan hal mudah bagi seorang publik figur untuk menghadapi stigma negatif dari masyarakat luas. Ammar Zoni masih harus bergelut dengan rasa malu dan tekanan mental akibat pemberitaan yang terus menyudutkannya.
Publik seringkali memberikan komentar pedas terkait pengulangan kesalahan yang ia lakukan di masa lalu.
Namun, Ammar mencoba menutup telinga dari komentar negatif tersebut dan fokus pada pemulihan batinnya.
Ia belajar untuk menerima kenyataan bahwa jalan menuju pengampunan, baik dari Tuhan maupun masyarakat, membutuhkan waktu yang lama.
Dukungan dari sang adik, Aditya Zoni, menjadi salah satu sumber kekuatan utama yang membuatnya tetap tegak berdiri.
- Harapan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Di penghujung Ramadhan 2026, Ammar Zoni menyimpan harapan besar untuk bisa memperbaiki hidupnya setelah masa hukuman berakhir.
Ia bermimpi dapat kembali memeluk anak-anaknya dan membuktikan bahwa dirinya telah berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Penyesalan memang selalu datang terlambat, namun Ammar Zoni yakin bahwa kesempatan kedua itu masih ada.
Ia ingin menjadikan kegagalan di masa lalu sebagai pelajaran berharga agar tidak terjerumus ke lubang yang sama untuk ketiga kalinya. Tekad ini ia pupuk setiap hari melalui doa-doa panjang di sepertiga malam terakhir.
- Pelajaran Berharga bagi Kita Semua
Kisah Ammar Zoni di Ramadhan 2026 ini memberikan pelajaran penting bagi publik tentang harga sebuah kebebasan dan kebahagiaan keluarga.
Harta dan popularitas bisa lenyap dalam sekejap jika seseorang salah mengambil langkah dalam hidup.
Kita dapat memetik hikmah bahwa setiap orang memiliki titik terendah, dan dukungan moral jauh lebih berharga daripada penghakiman.
Semoga ujian berat yang Ammar hadapi tahun ini benar-benar menjadikannya sosok yang lebih bijaksana di masa depan.

Tips Menjaga Kesehatan Mental di Masa Sulit
Jika Anda atau kerabat sedang menghadapi ujian berat seperti yang dialami Ammar Zoni, mulailah dengan memaafkan diri sendiri.
Fokuslah pada hal-hal kecil yang bisa Anda kendalikan dan jangan ragu untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta demi ketenangan jiwa.