
JAKARTA – Dunia hiburan tanah air kembali menyaksikan ketangguhan seorang wanita dalam menata ulang kepingan hidupnya. Aktris cantik Dahlia Poland kini tengah menjadi sorotan publik bukan karena kontroversi, melainkan karena pancaran kebahagiaan barunya pasca memutuskan berpisah dari Fandy Christian.
Setelah bertahun-tahun menarik diri dari gemerlap panggung entertainment demi fokus pada peran sebagai ibu rumah tangga, Dahlia kini kembali tampil di layar kaca dengan energi yang jauh lebih positif. Langkah barunya ini mendapat pengawalan penuh dari sahabat karibnya sejak masa remaja, Dicky Prasetya.
Kembalinya Masa Muda yang Sempat “Tersita”
Persahabatan antara Dahlia Poland dan Dicky Prasetya bukanlah hubungan kemarin sore. Keduanya telah membangun ikatan emosional yang kuat sejak beradu akting dalam sinetron fenomenal Ganteng-Ganteng Serigala (GGS) lebih dari satu dekade silam.
Hadir bersama di Studio Rumpi: No Secret Trans TV pada medio Januari 2026 ini, Dicky mengungkapkan harapannya agar Dahlia bisa “merebut kembali” masa mudanya. Sebagaimana diketahui, Dahlia menikah di usia yang sangat muda, yakni 18 tahun, dan langsung mendedikasikan seluruh waktunya untuk mengurus ketiga buah hatinya di Bali.
“Support saya untuk Dahlia adalah semoga ke depannya dia bisa menjalani hidup yang lebih berkualitas, lebih bahagia. Saya ingin dia mengembalikan masa mudanya yang seolah ‘hilang’ atau tersita dulu,” ujar Dicky dengan nada haru. Personel boyband SMASH ini berharap Dahlia tidak lagi terbebani oleh ekspektasi orang lain dan mulai memprioritaskan diri sendiri.
Grateful: Sahabat Sebagai “Safe Place”
Mendengar dukungan tulus dari Dicky, Dahlia Poland tidak mampu menyembunyikan binar matanya. Baginya, Dicky adalah sosok safe place atau tempat berlabuh yang paling aman ketika badai rumah tangga menghantamnya beberapa waktu lalu.
“Aku benar-benar bahagia sekarang, bukan sekadar kata-kata. Aku merasa sangat bersyukur (grateful) memiliki sahabat seperti Dicky. Dia tahu semua prosesnya, dari titik terendah sampai sekarang aku bisa berdiri tegak lagi,” ungkap wanita berdarah Amerika Serikat ini dengan penuh penekanan.
Kehadiran sahabat lama di tengah masa transisi status dari istri menjadi single parent diakui Dahlia sebagai faktor krusial dalam proses penyembuhan traumanya (healing). Ia merasa tidak sendirian dalam menghadapi perubahan drastis dalam pola hidupnya.
Baca Juga
Dari “Rumahan” Menjadi “Sosialita” Positif
Perubahan paling signifikan yang dirasakan Dahlia adalah keterbukaan sosialnya. Selama menetap di Bali dan membina rumah tangga, Dahlia dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup dan jarang keluar rumah. Waktunya habis di dalam rumah selama 24 jam untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya.
“Dulu aku memang jarang sekali hangout. Fokusnya benar-benar cuma rumah dan anak-anak. Sekarang, aku mencoba membuka diri lagi. Banyak kumpul dengan teman-teman lama, mencari suasana baru, dan kembali aktif bersosialisasi,” jelas Dahlia.
Dicky Prasetya pun mengamini hal tersebut. Ia melihat perbedaan kontras antara Dahlia yang dulu dengan yang sekarang. “Dahlia dulu itu ‘rumahan’ banget, hampir mustahil mengajaknya keluar. Sekarang dia lebih ceria, lebih berani mengeksplorasi apa yang dia sukai. Kami berdua sekarang sepakat: nikmati status single ini dengan fokus bekerja dan membahagiakan diri sendiri,” tambah Dicky.
Fokus Karier dan Tiga Buah Hati
Meski kini lebih sering terlihat di Jakarta untuk urusan pekerjaan dan bersosialisasi, Dahlia Poland menegaskan bahwa prioritas utamanya tetaplah ketiga anaknya: James, Iona, dan Callum. Transformasi yang ia jalani saat ini justru bertujuan agar ia bisa menjadi sosok ibu yang lebih bahagia dan stabil secara mental bagi anak-anaknya.
Para penggemar pun memberikan dukungan luar biasa di media sosial. Banyak yang menyebut Dahlia sebagai representasi “Independent Woman” yang mampu bangkit dari pengkhianatan dan kesulitan rumah tangga tanpa harus kehilangan jati diri.
Berikut adalah poin-poin utama transformasi hidup Dahlia Poland di tahun 2026:
- Reaktivasi Karier: Kembali menerima tawaran syuting dan menjadi bintang tamu di berbagai program TV.
- Healing through Friendship: Menjadikan persahabatan sebagai pilar utama kesehatan mental.
- Balance of Life: Menyeimbangkan waktu antara me-time (hangout) dengan kewajiban sebagai ibu.
- Self-Love: Menyadari bahwa kebahagiaan pribadi adalah kunci untuk memberikan kebahagiaan bagi orang lain.
Kisah Dahlia Poland mengajarkan kita bahwa akhir dari sebuah hubungan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan pintu menuju babak baru yang mungkin jauh lebih berwarna jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang tepat.