
Kabar kurang menyenangkan datang dari aktor komedi legendaris Indonesia, Zainal Abidin Zetta atau yang lebih akrab kita kenal sebagai Diding Boneng.
Per tanggal 21 Februari 2026, aktor yang populer melalui film-film Warkop DKI ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat gangguan pernapasan yang serius.
Kondisi kesehatan sang aktor menjadi sorotan publik setelah pihak keluarga mengonfirmasi bahwa ia dilarikan ke Rumah Sakit Radjak, Salemba, Jakarta Pusat.
Kronologi Darurat: Serangan Asma di Tengah Malam
Kejadian bermula ketika Diding Boneng mengalami sesak napas hebat secara mendadak saat sedang beristirahat di kediamannya.
Kondisi tersebut memburuk dengan sangat cepat sehingga ia merasa seolah-olah pasokan oksigen ke paru-parunya terhenti total.
Dalam situasi yang mencekam itu, ia sempat meminta pertolongan kepada kerabat terdekat sebelum akhirnya kehilangan kesadaran sebagian.
Pihak keluarga langsung membawa pria berusia 76 tahun ini ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tim medis segera memberikan tindakan darurat berupa bantuan pernapasan melalui tabung oksigen dan nebulizer.
Meskipun sempat melewati masa kritis, Diding Boneng tetap harus menjalani rawat inap untuk observasi lebih lanjut karena faktor usia yang membuat pemulihannya berjalan lebih lambat.
Hasil Observasi Medis dan Kondisi Paru-Paru
Hingga hari ini, tim dokter masih melakukan serangkaian tes laboratorium untuk memastikan penyebab utama penurunan drastis kesehatan sang aktor.
Selain asma kronis yang memang ia idap sejak lama, dokter menemukan indikasi adanya infeksi pada saluran pernapasan.
Diding Boneng saat ini menggunakan selang infus dan bantuan oksigen permanen untuk menstabilkan kondisi fisiknya.
Menurut asisten pribadinya, kondisi Diding sudah menunjukkan tanda-tanda membaik dibandingkan saat pertama kali masuk rumah sakit. Namun, ia masih merasa sangat lemas dan belum mampu melakukan aktivitas fisik yang berat.
Dokter mewajibkan sang aktor untuk beristirahat total (bed rest) dan melarang kunjungan tamu dalam jumlah banyak demi menjaga kualitas udara di ruang perawatan.

Dampak Jangka Panjang dari Lingkungan Kerja
Dalam sebuah kesempatan wawancara singkat di ruang perawatan, Diding Boneng mengungkapkan dugaannya mengenai pemicu kerusakan paru-parunya.
Ia meyakini bahwa paparan asap buatan (smoke machine) yang masif saat proses syuting film di masa lalu memberikan dampak permanen pada sistem pernapasannya.
Penggunaan asap kimia di lokasi syuting selama puluhan tahun rupanya menjadi bom waktu bagi kesehatan sang komedian.
Selain faktor pekerjaan, kondisi lingkungan tempat tinggal juga turut memperparah keadaan. Debu dari renovasi rumah yang sedang berlangsung di sekitar kediamannya disinyalir menjadi pemicu kambuhnya asma akut tersebut.
Faktor stres akibat beban pikiran terkait renovasi rumah yang belum kunjung usai juga melemahkan sistem imun tubuhnya secara keseluruhan.
Dukungan Rekan Artis dan Harapan Penggemar
Berita mengenai tumbangnya Diding Boneng memicu gelombang doa di media sosial. Sejumlah rekan artis dari lintas generasi turut memberikan dukungan moral dan bantuan untuk meringankan beban biaya pengobatan.
Sosok Diding Boneng yang rendah hati dan selalu membimbing aktor muda membuatnya memiliki tempat spesial di hati insan perfilman Indonesia.
Masyarakat berharap agar pemeran hansip ikonik ini segera pulih dan dapat kembali beraktivitas.
Kehadiran Diding Boneng di layar kaca selalu memberikan warna tersendiri bagi dunia komedi tanah air yang kini jarang menemukan karakter sekuat dirinya.
Menanti Kepulangan Sang Hansip Ikonik
Perjuangan Diding Boneng melawan penyakit pernapasan ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kesehatan paru-paru, terutama bagi pekerja seni.
Saat ini, fokus utama adalah memastikan sang legenda mendapatkan perawatan terbaik hingga kondisinya benar-benar stabil untuk kembali ke rumah.