
JAKARTA – Awal tahun 2026 diramaikan dengan suguhan segar dari industri kreatif digital tanah air. Memasuki fase transisi generasi, drama yang mengangkat realita kehidupan anak muda usia 20-an atau early 20s kembali menjadi primadona. Kali ini, kolaborasi epik antara raksasa telekomunikasi Smartfren dan rumah produksi ternama MNC Pictures melahirkan sebuah karya berjudul “Yang Penting Ada Cinta“.
Bukan sekadar drama biasa, web series ini memadukan unsur komedi romantis dengan sentuhan slice of life yang sangat relevan bagi Gen Z dan milenial muda. Dalam acara konferensi pers yang digelar di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (14/1/2026), jajaran pemain hingga sutradara membedah kompleksitas cerita yang akan segera menyapa penonton melalui layar digital.
Cermin Realita Generasi “Quarter-Life Crisis”
Sutradara Anisa Mutia mengungkapkan bahwa inspirasi utama dari serial ini adalah kegelisahan nyata yang dialami anak muda zaman sekarang. Di usia awal 20-an, banyak individu merasa berada di persimpangan jalan antara idealisme mengejar mimpi dan tuntutan realita ekonomi maupun keluarga.
“Kita bicara tentang mereka yang baru lulus kuliah atau sedang merintis karier awal. Fase ini penuh dengan pertanyaan: ‘Mana yang harus gue kejar dulu? Karier, mimpi, atau cinta?’. Kami ingin menunjukkan bahwa di tengah ketidakpastian itu, dukungan antarmanusia dan semangat pantang menyerah adalah kunci,” jelas Anisa Mutia dengan antusias.
Meskipun menyentuh isu-isu mendalam seperti jati diri, serial ini tetap dikemas dalam balutan komedi ringan agar pesan-pesan moral yang disampaikan tidak terkesan menggurui. Anisa menekankan bahwa “persahabatan dan keinginan kuat” adalah benang merah yang menyatukan semua karakter di dalamnya.
Multikarakter yang Berwarna: Dari Donat Hingga Konten Kreator
Salah satu daya tarik utama dari Yang Penting Ada Cinta adalah keberagaman latar belakang karakternya. Kehadiran Arif Brata, komika sekaligus konten kreator kenamaan, memberikan jaminan tawa bagi penonton. Arif memerankan karakter yang juga bernama Arif, seorang pembuat konten yang terjepit antara idealisme profesinya dan desakan untuk segera memantapkan diri ke jenjang pernikahan.
“Karakter saya ini sudah niat menikah, tapi dunianya serasa runtuh saat tahu pasangannya akan dijodohkan dengan orang lain. Ini ironi yang sering kita temui di dunia nyata,” tutur Arif Brata seraya berseloroh mengenai nasib karakternya.
Baca Juga:
Di sisi lain, Irzan Faiq membawa nuansa melankolis namun inspiratif lewat peran Andre. Andre adalah representasi anak muda mandiri yang harus bertahan hidup setelah kehilangan kedua orang tuanya. Mimpinya sangat sederhana namun bermakna: membangun toko donat demi mewujudkan cita-cita mendiang orang tuanya yang belum tercapai.
Sementara itu, Marsha Aruan tampil sebagai Renata, sosok perempuan kuat yang harus melawan arus ekspektasi keluarga. Sebagai anak pemilik kos, Renata dipaksa pulang dan dijodohkan, padahal ia memiliki ambisi besar untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Karakter ini diharapkan menjadi representasi pemberdayaan perempuan bagi penonton muda.
Tak ketinggalan, fenomena media sosial Fajar Sadboy turut memberikan warna unik. Fajar memerankan karakter yang mirip dengan personanya di dunia nyata—penuh kata-kata mutiara tentang cinta dan kegalauan yang mengundang tawa. Fajar bahkan membocorkan adanya adegan imajinasi akad nikah dengan seorang dosen yang diprediksi akan menjadi potongan klip viral di media sosial.
Strategi Digital dan Kolaborasi Lintas Industri
Keputusan Smartfren untuk terjun ke dalam produksi konten hiburan ini bukan tanpa alasan. Sukaca Purwokardjono, Chief Marketing Officer Smartfren, menjelaskan bahwa web series adalah jembatan paling efektif untuk berkomunikasi dengan audiens digital.
“Smartfren ingin lebih dari sekadar penyedia layanan internet. Kami ingin menjadi bagian dari gaya hidup dan hiburan pelanggan kami. Melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ini, kami menyampaikan pesan brand secara lebih halus dan bermakna,” ujar Sukaca.
Produksi ini juga melibatkan sederet talenta muda lainnya seperti Joshua Otay, Woro Gia, Diva Ratu, hingga Deni Kumis. Penggunaan ekosistem digital seperti YouTube sebagai media distribusi utama menunjukkan pergeseran konsumsi media masyarakat yang kini lebih menyukai konten pendek yang bisa diakses kapan saja.
Jadwal Tayang
Konflik utama serial ini akan berpusat pada rumah kos tempat Andre, Arif, dan Fajar tinggal. Hubungan antara Andre dan Renata yang terhalang restu ayah Renata—yang lebih memilih pria mapan pilihan keluarga—menjadi dinamika yang paling dinanti.
Bagi Anda pencinta drama yang menghibur namun tetap memberikan ruang untuk merenung, “Yang Penting Ada Cinta” akan mulai mengudara pada 19 Januari 2026. Episode terbarunya akan dirilis setiap hari Senin pukul 19.00 WIB secara eksklusif di kanal YouTube @smartfrenworld dan @mnc_picturesofficial.
Dengan perpaduan akting mumpuni, komedi yang segar, dan cerita yang membumi, serial ini diprediksi akan menjadi salah satu konten digital paling dibicarakan di awal tahun ini. Apakah cinta benar-benar cukup untuk mengatasi segala rintangan hidup? Jawabannya segera terungkap.