JAKARTA – Langit Jakarta Selatan seolah ikut meredup saat prosesi pemakaman musisi berbakat, Vidi Aldiano, dilangsungkan di TPU Tanah Kusir pada Minggu (8/3/2026). Di antara kerumunan pelayat yang memadati area makam, nampak sosok Deddy Corbuzier berdiri dengan guratan kesedihan yang tak mampu disembunyikan.
Kehadiran Deddy bukan sekadar formalitas sesama publik figur, melainkan penghormatan terakhir bagi seorang sahabat, rekan kerja, sekaligus “adik” yang selama ini menjadi belahan jiwa dari program fenomenal mereka, Podhub. Pria yang dikenal dengan julukan Master tersebut tampak kehilangan kata-kata, sebuah pemandangan langka bagi seorang presenter yang biasanya begitu lugas dan tegar.
Kesaksian Sang Sahabat: “Dunia Kehilangan Orang Baik”
Deddy Corbuzier yang hadir mengenakan pakaian serba hitam terlihat sangat terpukul. Di hadapan awak media, ia tak henti-hentinya memberikan kesaksian atas kemuliaan hati suami Sheila Dara tersebut. Bagi Deddy, Vidi adalah anomali di industri hiburan—sosok yang mampu mencintai semua orang tanpa syarat.
“Semua orang tahu dia orang baik. Jadi, dalam keadaan apa pun, orang pasti mendoakannya. Saya, dan semua yang ada di sini, bersaksi bahwa Vidi adalah jiwa yang luar biasa tulus,” ujar Deddy dengan suara yang bergetar di TPU Tanah Kusir.
Deddy juga menceritakan bahwa komunikasi terakhir mereka terjadi saat kondisi Vidi masih tergolong stabil. Keduanya sempat bertukar kabar mengenai proyek kolaborasi selanjutnya sebelum kesehatan Vidi menurun drastis dalam beberapa minggu terakhir. “Maaf ya, saya masih sangat berduka,” pungkasnya singkat sembari memohon pengertian media untuk memberinya ruang privasi.

Kehilangan Besar bagi Podhub: Hilangnya Tawa di Studio
Kedekatan antara Deddy dan Vidi bermetamorfosis menjadi hubungan yang sangat kuat sejak Vidi didapuk menjadi co-host tetap di kanal YouTube milik Deddy. Chemistry unik mereka—di mana Deddy yang sinis sering kali dibuat luluh oleh keceriaan Vidi yang meledak-ledak—menjadi magnet utama bagi jutaan penonton.
Vidi Aldiano bukan hanya penyanyi di studio itu; ia adalah penyeimbang. Julukan “Duta Persahabatan“ yang sering dilontarkan Deddy dan para tamu bukan sekadar candaan. Vidi memiliki kemampuan magis untuk membuat siapa pun yang baru ditemuinya merasa seperti teman lama. Kini, kursi kosong di samping Deddy di studio Podhub menjadi simbol bisu dari kehilangan yang tak tergantikan.
Baca Juga
Pilar Kebahagiaan Itu Telah Pergi: Anya Geraldine Kenang Vidi Aldiano sebagai “Support System”
Kronologi Perjuangan Sang Pejuang Kanker (Warrior)
Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya di usia 35 tahun, sebuah usia yang tergolong muda bagi talenta sebesar dirinya. Perjalanannya melawan penyakit bukanlah rahasia umum. Sejak diagnosis kanker ginjal menghantamnya pada tahun 2019, Vidi telah menunjukkan definisi sesungguhnya dari kata “pejuang”.
Berikut adalah lini masa perjuangan kesehatan Vidi Aldiano yang menginspirasi banyak orang:
- 2019: Diagnosis awal kanker ginjal. Vidi menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura.
- 2020-2022: Masa pemulihan. Vidi tetap aktif berkarya dan menyebarkan energi positif, seolah penyakitnya telah hilang sepenuhnya.
- 2023: Kabar duka muncul kembali. Vidi secara terbuka mengumumkan bahwa sel kankernya telah bermetastasis (menyebar) ke beberapa titik di organ tubuh lainnya. Ia mulai mempopulerkan tagar #VidiIsBack sebagai bentuk semangat untuk terus bekerja di tengah sesi kemoterapi.
- 2024-2025: Masa perawatan intensif. Di tengah rasa sakit yang hebat, ia tetap konsisten syuting Podhub dan merilis karya musik, membuktikan bahwa semangatnya lebih besar dari penyakitnya.
- Maret 2026: Vidi Aldiano dinyatakan berpulang setelah perjuangan panjangnya mencapai titik akhir.
Warisan Energi Positif
Meskipun raga pelantun lagu “Nuansa Bening” itu kini telah menyatu dengan tanah, warisan yang ia tinggalkan sangatlah masif. Ia mengajarkan industri hiburan Indonesia bahwa kerentanan (vulnerability) bukanlah kelemahan. Dengan berani membagikan proses pengobatannya, Vidi menjadi simbol harapan bagi banyak pasien kanker di Indonesia.
Kepergiannya meninggalkan lubang besar bagi sang istri, Sheila Dara, keluarga besar, serta sahabat-sahabat karibnya seperti geng “Aries” dan keluarga besar Podhub. Media sosial pun dibanjiri ucapan duka dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pejabat negara hingga penggemar yang merasa hidupnya terselamatkan oleh lagu-lagu Vidi.
Dunia mungkin kehilangan suara merdunya dan tawa khasnya yang mampu memecah suasana. Namun, seperti yang dikatakan Deddy Corbuzier, kebaikan hati Vidi akan terus hidup dalam doa-doa yang mengalir tanpa henti.
Vidi Aldiano telah menyelesaikan tugasnya di dunia dengan sangat baik—menyebarkan cinta, membangun persahabatan, dan berjuang hingga detik terakhir tanpa pernah kehilangan senyumnya.
Selamat jalan, Vidi Aldiano. Terima kasih telah mengajarkan kami cara berteman dengan tulus dan cara berjuang dengan gagah berani.