Skip to content
25/04/2026
  • TELEGRAM
  • TWITTER
  • INSTAGRAM
  • PINTEREST

Berita Artis

idndana.com – Portal Berita Selebriti, Tren Dunia, dan Gaya Hidup

Primary Menu
Watch Video
  • Home
  • Fakta
  • Isak Tangis Maia Estianty di Prosesi Siraman El Rumi dan Pesan Haru untuk Syifa Hadju
  • Fakta

Isak Tangis Maia Estianty di Prosesi Siraman El Rumi dan Pesan Haru untuk Syifa Hadju

Royal 25/04/2026 4 minutes read

JAKARTA – Di bawah naungan dekorasi bunga yang asri dan aroma melati yang menyerbak, sebuah momen sakral baru saja terukir di kediaman Maia Estianty. Prosesi siraman El Rumi, yang digelar sebagai bagian dari rangkaian adat menuju pelaminan bersama Syifa Hadju, bukan sekadar ritual pembersihan lahiriah. Lebih dari itu, acara tersebut berubah menjadi ruang rekonsiliasi emosional yang menguras air mata bagi siapa pun yang menyaksikannya.

Maia Estianty, sosok ibu yang dikenal tegar dan elegan, kali ini tak mampu lagi mempertahankan topeng ketenangannya. Di hadapan putra keduanya yang kini telah tumbuh menjadi pria dewasa dan siap membina rumah tangga, Maia menumpahkan segala memori yang selama belasan tahun tersimpan rapat di palung hatinya.

Mengais Memori Silam: Luka di Usia Delapan Tahun

Suasana hening seketika saat Maia mulai memberikan petuah. Dengan suara yang sesekali terputus oleh isak tangis, istri dari pengusaha Irwan Mussry ini membawa ingatan para tamu undangan kembali ke masa-masa kelam hampir dua dekade silam. Masa di mana El Rumi masih merupakan bocah mungil berusia delapan tahun yang harus menjadi saksi bisu badai rumah tangga kedua orang tuanya.

“Di usiamu yang baru delapan tahun, kita bahkan harus berpisah, tapi berpisah untuk sementara waktu itu sayang,” kenang Maia dengan mata berkaca-kaca.

Kalimat sederhana itu membawa beban sejarah yang berat. Sebagaimana publik ketahui, perceraian Maia Estianty dan Ahmad Dhani di masa lalu bukan hanya sekadar perpisahan suami-istri, melainkan sebuah konflik perebutan hak asuh anak yang berlangsung bertahun-tahun. Masa di mana seorang ibu harus berjuang lewat jalur hukum hanya untuk sekadar memeluk darah dagingnya sendiri.

Bagi Maia, masa lalu bukan hanya tentang kehilangan status, melainkan tentang hilangnya “waktu emas” untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya secara fisik. Kenangan saat ia harus terpisah tembok tinggi dan aturan yang ketat untuk bertemu Al, El, dan Dul, menjadi luka yang rupanya belum sepenuhnya kering, meski kini hubungan mereka telah membaik.

Belajar Mencintai dalam Jarak

Dalam pidatonya, Maia mengungkapkan sebuah fakta menyakitkan yang ia pelajari dari pahitnya perpisahan tersebut. Ia mengaku bahwa trauma masa lalu telah membentuk caranya menjadi seorang ibu.

“Dari hari-hari itu, Bunda belajar menjadi ibu yang tidak bisa memeluk kamu setiap hari sampai sekarang,” ucapnya lirih.

Pernyataan ini menggambarkan betapa dalam luka psikologis yang dialami seorang ibu ketika ia dipaksa untuk “berjarak” dengan anaknya. Selama bertahun-tahun, Maia harus belajar menyayangi El Rumi lewat doa dan dukungan dari kejauhan, tanpa bisa memberikan sentuhan fisik harian yang biasanya menjadi rutinitas antara ibu dan anak. Hal inilah yang membuat prosesi siraman ini terasa begitu menyesakkan; sebuah simbol pelepasan anak menuju kehidupan baru, sementara sang ibu merasa masih memiliki “utang kasih sayang” yang belum tuntas dibayar secara fisik.

Mandat untuk Syifa Hadju: “Peluk Dia Lebih Lama”

Puncak emosi dalam prosesi tersebut terjadi saat Maia menitipkan pesan khusus untuk calon menantunya, Syifa Hadju. Meski Syifa tidak berada di lokasi utama saat momen tersebut berlangsung, pesan Maia ditujukan langsung ke jantung masa depan rumah tangga putranya.

Ada sebuah permintaan yang tidak biasa namun sangat menyentuh. Maia tidak meminta Syifa untuk menjadi istri yang pandai memasak atau mengurus rumah, melainkan meminta Syifa untuk melengkapi kekosongan yang pernah dialami El Rumi di masa kecilnya.

“Untuk Syifa, Bunda titipkan El Rumi yang dulu mungkin Bunda tidak bisa selalu memeluk kamu setiap hari. Pesan untuk Syifa, untuk selalu memeluk El sering-sering dan yang lama ya, lebih lama dari yang pernah Bunda lakukan,” kata Maia.

Kalimat ini menjadi mandat kasih sayang yang sangat kuat. Maia seolah ingin memastikan bahwa di tangan Syifa, El Rumi tidak akan lagi merasakan dinginnya kesepian atau kosongnya dekapan. Ia menyerahkan tongkat estafet kasih sayang kepada Syifa dengan harapan bahwa pelukan sang istri nantinya dapat menyembuhkan sisa-sisa trauma perpisahan yang mungkin masih tersisa di sudut hati El.

Harapan Baru di Balik Air Mata

Prosesi siraman yang kental dengan adat Jawa ini sejatinya bertujuan untuk membersihkan diri dari segala noda dan kesalahan masa lalu sebelum memasuki babak baru. Namun bagi keluarga ini, ritual tersebut juga menjadi simbol pembersihan luka hati.

El Rumi yang duduk bersimpuh tampak tak kuasa menahan air mata saat mendengar pengakuan sang Bunda. Di balik ketampanan dan pembawaannya yang ceria, El rupanya membawa kerinduan mendalam terhadap figur ibu yang utuh di masa kecilnya. Kini, dengan restu penuh dari Maia, El bersiap melangkah menuju pelaminan dengan janji baru.

Kehadiran Syifa Hadju di hidup El Rumi memang dianggap banyak pihak sebagai pelengkap yang sempurna. Kelembutan hati Syifa diharapkan mampu menjadi oase bagi El. Dengan restu yang begitu emosional dari Maia Estianty, pernikahan ini bukan lagi sekadar penyatuan dua insan, melainkan penyatuan kembali kepingan-kepingan hati yang dulu sempat terserak.

Post navigation

Previous: Menuju Pelaminan: Isak Tangis Haru di Pengajian Syifa Hadju dan Pesan Mendalam Keluarga

Related Stories

Isak Tangis Haru di Pengajian Syifa Hadju
  • Fakta

Menuju Pelaminan: Isak Tangis Haru di Pengajian Syifa Hadju dan Pesan Mendalam Keluarga

Royal 24/04/2026 0
Babak Baru Skandal Akademi Crypto
  • Fakta

Babak Baru Skandal Akademi Crypto: Empat Bulan Tanpa Kepastian

Royal 23/04/2026 0
Evolusi Fenomenal Fajar Sadboy di Tahun 2026
  • Fakta

Dari Air Mata ke Aura Bintang: Evolusi Fenomenal Fajar Sadboy di Tahun 2026

Royal 22/04/2026 0

Recent Posts

  • Isak Tangis Maia Estianty di Prosesi Siraman El Rumi dan Pesan Haru untuk Syifa Hadju
  • Menuju Pelaminan: Isak Tangis Haru di Pengajian Syifa Hadju dan Pesan Mendalam Keluarga
  • Babak Baru Skandal Akademi Crypto: Empat Bulan Tanpa Kepastian
  • Dari Air Mata ke Aura Bintang: Evolusi Fenomenal Fajar Sadboy di Tahun 2026
  • Menuju Pelaminan: Jamuan Hangat “Last Dance” El Rumi dan Groomsmen Jelang Pernikahan dengan Syifa Hadju

LAYANA BERITA TERKINI

  • BOLA DUNIA
  • SEPUTAR TIMNAS
  • INFO TERKINI SEPUTAR DUNIA
  • RUANG LINGKUP DUNIA
  • LINTAS VIRAL TERKINI
  • CELEBRITA TERUPDATE
Formasi Bola Idn Feed Game DUNIAHEADLINE

  • TELEGRAM
  • TWITTER
  • INSTAGRAM
  • PINTEREST
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.