
DEPOK – Suasana hangat perayaan buka puasa bersama (bukber) di Warung Taburai, Depok, mendadak berubah menjadi tegang. Bisnis kuliner milik komedian papan atas, Praz Teguh, baru saja menjadi sasaran aksi kriminalitas yang merugikan salah satu pelanggannya. Insiden ini menambah daftar panjang kewaspadaan masyarakat terhadap tindak pencurian di ruang publik selama bulan suci Ramadhan 2026.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Praz Teguh membagikan rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik aksi pelaku saat menggasak barang berharga milik pengunjung. Unggahan tersebut sontak menjadi viral dan memicu diskusi luas mengenai keamanan di tempat usaha kuliner.
Kronologi Kejadian: Lengah di Balik Keramaian
Peristiwa pencurian ini terjadi pada Selasa malam, 3 Maret 2026, tepat saat waktu menunjukkan pukul 18.22 WIB. Saat itu, Warung Taburai sedang dipadati oleh pengunjung yang tengah menikmati momen berbuka puasa. Kondisi restoran yang sibuk dan fokus pelanggan yang teralihkan oleh hidangan rupanya dimanfaatkan dengan cerdik oleh pelaku.
Dalam rekaman CCTV yang diunggah, terlihat seorang pria mendekati area duduk pelanggan dengan gerak-gerik yang sangat tenang. Ia berhasil menyambar sebuah tas ransel berwarna cokelat milik salah satu tamu yang sedang lengah. Sayangnya, upaya identifikasi wajah secara instan sempat terkendala karena posisi pelaku yang terhalang oleh pilar atau tembok bangunan saat momen eksekusi terjadi.
Baca Juga:
Imbas Perang Timur Tengah 2026: Travel Umi Pipik Resmi Tunda Penerbangan Umrah
Kerugian Materiil dan Data Penting
Berdasarkan keterangan resmi yang dihimpun dari pihak korban dan pengelola warung, tas ransel tersebut berisi barang-barang yang sangat krusial, di antaranya:
- Perangkat Elektronik: Satu unit Laptop Acer dan iPhone 13.
- Identitas & Perbankan: Dompet berisi KTP serta kartu debit dari bank Mandiri dan BNI.
- Akses Vital: Kunci kamar kos dan kartu akses kantor.
- Uang Tunai: Sejumlah uang sekitar Rp200.000.
Bagi korban, kehilangan laptop dan ponsel bukan hanya soal kerugian materiil, melainkan hilangnya data-data penting pekerjaan dan akses komunikasi yang dapat menghambat aktivitas sehari-hari.
Langkah Hukum: Polres Metro Depok Turun Tangan
Praz Teguh memastikan bahwa pihaknya tidak tinggal diam atas insiden yang mencoreng kenyamanan pelanggannya tersebut. “Saat ini, kejadian ini sudah dilaporkan ke pihak kepolisian dan pelaku terekam CCTV, namun hingga saat ini masih dalam pencarian,” tulis Praz dalam unggahan yang menandai akun resmi @polresmetrodepok.
Dikutip dari laporan lapangan, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, Kompol Made Gede Oka Utama, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menegaskan bahwa tim penyidik sedang bekerja keras melakukan pendalaman melalui bukti digital yang tersedia. “Iya, betul (kejadian tersebut). Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan intensif,” ujar Kompol Made saat dikonfirmasi oleh awak media pada Kamis (5/3/2026).
Imbauan Praz Teguh dan Solidaritas Netizen
Sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap pelanggannya, Praz Teguh juga membuka jalur komunikasi bagi siapa saja yang memiliki informasi terkait keberadaan barang-barang tersebut atau identitas pelaku.
“Jika teman-teman memiliki informasi terkait kejadian ini, mohon segera menghubungi Instagram @helloo_um atau ke nomor 0852-3983-9959. Terima kasih,” imbuh komedian yang dikenal lewat konten talkshow tersebut.
Respon netizen pun beragam. Banyak yang menyayangkan aksi pencurian di tengah bulan suci, namun tak sedikit pula yang mengingatkan para pemilik usaha kuliner lainnya untuk lebih memperketat pengamanan dan memperbanyak titik sudut CCTV guna meminimalisir blind spot.
Analisis Keamanan: Tren Kriminalitas di Bulan Ramadhan
Insiden di Warung Taburai ini menjadi pengingat pahit bahwa keramaian di tempat makan selama jam berbuka puasa sering kali menjadi target empuk bagi para pelaku kejahatan “spesialis keramaian”. Modus operandi mereka biasanya berpura-pura menjadi pelanggan, lalu dengan cepat mengambil barang yang diletakkan di kursi atau lantai tanpa pengawasan.
Para ahli keamanan menyarankan pemilik usaha untuk:
- Menempatkan Loker: Menyediakan tempat penyimpanan tas yang terpantau.
- Petugas Keamanan: Menyiapkan personel yang khusus memantau gerak-gerik mencurigakan di jam sibuk.
- Papan Peringatan: Secara aktif mengingatkan pengunjung untuk menjaga barang bawaan masing-masing melalui stiker atau pengumuman suara.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Dukungan dari publik melalui penyebaran informasi di media sosial diharapkan dapat mempercepat penangkapan maling tersebut. Bagi Praz Teguh, kejadian ini menjadi pelajaran berharga dalam meningkatkan standar keamanan di Warung Taburai demi kenyamanan para pecinta kuliner di Depok.